Dolar Turun, Penjualan Laptop Juga Turun [19/10/2009,21:00:13]
Bandung - Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar seminggu ini membuat harga jual laptop cenderung menurun. Tapi penurunan tersebut tidak berdampak pada peningkatan penjualan.
Demikian hasil penelusuran detikINET di beberapa pusat penjualan komputer di Bandung, seperti Bandung Elektronik Center (BEC), Jaya Plaza di Segitiga Mas Kosambi serta di Kandaga Elektronik Center, sudah seminggu ini harga jual notebook ataupun netbook mengalami penurunan. Meski demikian, penjualan laptop justru tidak mengalami peningkatan.
Seperti dikatakan oleh Asep (19) dari Hyper di Bandung Elektronik Center (BEC). Sudah seminggu ini harga laptop turun. "Ya, turun sekitar Rp 100 ribuan lah. Tapi penjualan tidak terlalu meningkat. Biasa saja," katanya kepada detikINET, Selasa (20/10/2009).
Pendapat senada juga disampaikan oleh Timmy Theopelus, GM Mitra Abadi, mitra dealer Axioo terbesar di Jabar. Dirinya justru lebih suka jika dolar menguat. Pasalnya dengan naiknya dolar, justru akan membuat orang untuk membeli saat itu juga.
"Kalau dolar naik, orang langsung beli karena takut besok dolar naik lagi. Nah, kalau dolar turun orang justru wait and see. Menunggu, kali aja besok turun lagi. Jadi justru penjualan jadi stagnan," terangnya.
Timmy sendiri tidak begitu dipusingkan dengan nilai tukar rupiah yang fluktuatif terhadap dolar. Karena harga jual produk yang dijualnya sudah dipatok oleh principal Axioo.
"Di kita, dolar sudah dipatok di kisaran berapa. Jadi nggak ngikutin dolar yang naik turun. Pusing kalau fluktuatif seperti itu. Kita juga lebih aman dan nyaman kalau dolar stabil," terangnya.
( afz / wsh )
Andrian Fauzi - detikinet
... Arsip semua berita ...
|